
Choice Made Simple!
Too many options?Click below to purchase an online gift card that can be used at participating retailers in Village Green Shopping Centre and continue your shopping IN CENTRE!Purchase HereHome
Lelaki yang Menjinakkan Naga
Coles
Loading Inventory...
Lelaki yang Menjinakkan Naga in Vernon, BC
By None
Current price: $5.99

Coles
Lelaki yang Menjinakkan Naga in Vernon, BC
By None
Current price: $5.99
Loading Inventory...
Size: Kobo eBook
*Product information may vary - to confirm product availability, pricing, shipping and return information please contact Coles
Dalam pusaran warna merah, dentuman petasan, dan semarak tarian barongsai, seekor naga selalu hadir di hati dan imajinasi manusia. Antologi cerpen ini merangkum beragam kisah tentang naga dalam perayaan Imlek, ditulis oleh beberapa penulis dengan suara dan gaya yang berbeda—dari realisme magis, mitologi, hingga drama kontemporer.
Setiap cerita menghadirkan naga dengan wajah unik: ada naga penjaga leluhur yang turun dari langit untuk memastikan tradisi tak pudar; naga kecil yang bersahabat dengan seorang anak di tengah hingar bingar perayaan; naga modern yang terperangkap di kota besar, mencari kembali makna kebebasan; hingga naga bayangan yang hanya muncul ketika lentera terakhir padam.
Perayaan Imlek dalam cerpen-cerpen ini bukan sekadar pesta meriah, melainkan jembatan antara masa lalu dan masa kini, antara mitos dan kehidupan sehari-hari. Naga menjadi simbol kekuatan, keberuntungan, sekaligus kerinduan—dari keluarga, dari tanah kelahiran, maupun dari tradisi yang abadi.
Antologi ini mengajak pembaca berkelana di antara kepulan dupa, manisnya kue keranjang, dan gemerlap sinar lampion, sembari menyingkap sisi magis yang selalu menyertai setiap detak tahun baru Cina.
Dalam pusaran warna merah, dentuman petasan, dan semarak tarian barongsai, seekor naga selalu hadir di hati dan imajinasi manusia. Antologi cerpen ini merangkum beragam kisah tentang naga dalam perayaan Imlek, ditulis oleh beberapa penulis dengan suara dan gaya yang berbeda—dari realisme magis, mitologi, hingga drama kontemporer.
Setiap cerita menghadirkan naga dengan wajah unik: ada naga penjaga leluhur yang turun dari langit untuk memastikan tradisi tak pudar; naga kecil yang bersahabat dengan seorang anak di tengah hingar bingar perayaan; naga modern yang terperangkap di kota besar, mencari kembali makna kebebasan; hingga naga bayangan yang hanya muncul ketika lentera terakhir padam.
Perayaan Imlek dalam cerpen-cerpen ini bukan sekadar pesta meriah, melainkan jembatan antara masa lalu dan masa kini, antara mitos dan kehidupan sehari-hari. Naga menjadi simbol kekuatan, keberuntungan, sekaligus kerinduan—dari keluarga, dari tanah kelahiran, maupun dari tradisi yang abadi.
Antologi ini mengajak pembaca berkelana di antara kepulan dupa, manisnya kue keranjang, dan gemerlap sinar lampion, sembari menyingkap sisi magis yang selalu menyertai setiap detak tahun baru Cina.


















