
Choice Made Simple!
Too many options?Click below to purchase an online gift card that can be used at participating retailers in Village Green Shopping Centre and continue your shopping IN CENTRE!Purchase HereHome
Frazil (1980 - 2017) Indonesian Version
Coles
Loading Inventory...
Frazil (1980 - 2017) Indonesian Version in Vernon, BC
By None
Current price: $4.99

Coles
Frazil (1980 - 2017) Indonesian Version in Vernon, BC
By None
Current price: $4.99
Loading Inventory...
Size: Kobo eBook
*Product information may vary - to confirm product availability, pricing, shipping and return information please contact Coles
Puisi Menka Shivdasani bersifat orisinal dan sangat tidak biasa, bukan hanya karena caranya yang menyampaikan sesuatu secara menyimpang, tetapi juga karena bagaimana alur pikir dan imajinasi melesat bersama puisinya dan menjadikannya menggugah. Sebuah pengalaman diterjemahkan menjadi pengalaman lain, lalu dicampur dengan imajinasi dalam sebuah blender jus. Saat memotong selada, ia akan diserbu oleh penglihatan-pengantin yang terbakar, politikus, 'Hiroshima yang terluka', dan akhirnya seorang Nazi yang memotong jari. Sebuah puisi tentang perpisahan akan diakhiri dengan dirinya memegang 'porselen asing' dalam sebuah pesta teh. Selama lebih dari tiga dekade, gairah yang ia bawa ke dalam puisi-puisi indahnya tidak pernah meninggalkannya.
- Keki Daruwalla
Puisi Menka Shivdasani bersifat orisinal dan sangat tidak biasa, bukan hanya karena caranya yang menyampaikan sesuatu secara menyimpang, tetapi juga karena bagaimana alur pikir dan imajinasi melesat bersama puisinya dan menjadikannya menggugah. Sebuah pengalaman diterjemahkan menjadi pengalaman lain, lalu dicampur dengan imajinasi dalam sebuah blender jus. Saat memotong selada, ia akan diserbu oleh penglihatan-pengantin yang terbakar, politikus, 'Hiroshima yang terluka', dan akhirnya seorang Nazi yang memotong jari. Sebuah puisi tentang perpisahan akan diakhiri dengan dirinya memegang 'porselen asing' dalam sebuah pesta teh. Selama lebih dari tiga dekade, gairah yang ia bawa ke dalam puisi-puisi indahnya tidak pernah meninggalkannya.
- Keki Daruwalla


















